Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Thursday, December 15, 2011

Ilmu...



Tidaklah kami memperoleh ilmu dengan banyak bicara ini dan itu,
tidak pula dengan melakukan persaingan dengan para tokoh-tokoh.


Namun kami memperoleh ilmu dalam kekosongan hati dari dunia,
menangis di tengah malam dan bersikap mawas diri
kepada Zat Yang Maha Perkasa.


Begitu pula kami tidak memperoleh semua kebaikan kecuali dengan ilmu.
Sekiranya bukan kerana ilmu, seorang hamba tidak bisa mengenal
Tuhannya dan tidak akan bisa pula mengetahui cara menyembah~Nya.


Ilmu itu akan menjadi bencana atasmu hingga engkau
amalkan dan bila engkau telah mengamalkannya
maka ilmu itu telah menjadi milikmu.


Ilmu adalah keutamaan, tidak akan sempurna
kecuali dengan pengamalan kerana Allah.


[ Habib Abdullah bin Alawi Al-Hadad ]


Saturday, December 10, 2011

Agama..



Siapa pun yang menjadikan agamanya
sebagai teori semata-mata,
maka dia melakukan kesalahan
terhadap jalan Allah dan kedamaian


Kafir! Menyimpang melawan Hukum!
Jangan pedulikan.
Semuanya dilarang, semua yang mengatakan
hal ini terpelajar adalah bodoh.
Maqam dan hal menolaknya.


Agama bukanlah diskusi,
Agama adalah apa yang Tuhanku katakan
atau apa yang Baginda sabdakan,
yakni tuan pembimbing,
utusan (dan kedamaian baginya),
kerana dia tidak mengatakan sepatah kata pun
daripada dirinya sendiri.


[ Ibnu Arabi ]


Thursday, December 1, 2011

Cinta..




Jika engkau mencari kedekatan dengan Sang Kekasih,
cintailah setiap orang..


Dengan hanya memandang kebaikan mereka
baik ketika mereka hadir ataupun tidak.


Jika engkau menginginkan kejernihan dan kesegaran
layaknya hembusan angin di pagi hari,


Jadilah seperti matahari yang tidak memiliki apapun
tetapi menyinari dan memberikan kehangatan kepada siapapun.


[ Abu Said Abil Khair ]



Monday, October 17, 2011

Ilmu




Belajar, sesungguhnya seseorang itu tidak dilahirkan alim,
dan tiadalah orang berilmu menyamai orang yang jahil.

Sesungguhnya pembesar kaum yang tiada ilmu,
menjadi kecil bila dikerumuni bala tenteranya (meminta pandangannya).

Seorang yang hina sekiranya berilmu,
ia menjadi besar bila dikerumuni oarang ramai (yang ingin belajar)

Jadi, janganlah redha dengan kerendahan (kehinaan),
Dan janganlah nasib hanya berpada dengan apa yang ditinggal orang terdahulu.

~ Imam Shafie~


Wednesday, September 28, 2011

Perumpamaan..


بسم الله الرحمن الرحيم


“PERUMPAMAAN seorang hamba yang bekerja dan mendapat rizki dari Rabb-nya adalah seperti budak yang diperintah oleh majikannya, “Bekerjalah. Dan makanlah dari hasil kerjamu.”


Perumpamaan orang yang sibuk dalam pengabdian pada Rabb-nya adalah seperti budak yang diperintah majikannya, “Mengabdilah kepadaku. Aku yang akan memberimu karunia.”


Perumpamaan seorang hamba yang hatinya hanya tertuju kepada Allah ketika bekerja adalah seperti orang yang mengamati saluran yang mengalirkan air hujan. Ia hanya bersyukur kepada Allah swt. Saluran itu hanyalah perantara, bukan yang membuat hujan.


Seperti itulah sikap seorang hamba. Ia sekadar keran yang mengalirkan karunia Allah. Orang yang bekerja sementara perhatiannya tetap tertuju kepada Allah swt. sebagai sumber airnya, dan bukan kepada pekerjaannya, tidak akan dirusak oleh pekerjaannya itu. Apa yang ia lakukan itu tidak akan membuatnya terputus dari Allah.”


(Ibnu Atha’illah As-Sakandari)