Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Tuesday, April 12, 2011

Ulama..


Ulama' itu ada tiga macam :

Orang yang mengenal Allah dan perintah~Nya,
Orang yang mengenal Allah tapi tidak mengenal perintah~Nya,
Orang yang mengenal perintah Allah namun tidak mengenal Allah.

Yang dimaksud dengan ulama yang mengenal Allah dan perintah~Nya
adalah ulama yang takut kepada Allah, mengetahui batas-batas dan
kewajipan-kewajipan.

Sedang ulama yang mengenal Allah tapi tidak
mengetahui perintah~Nya ialah ulama yang takut kepada Allah namun
tidak mengetahui batas-batas dan kewajipan-kewajipan.

Adapun ulama yang mengetahui perintah Allah namun tidak
mengenal Allah adalah ulama yang mengenal batasan-batasan
dan kewajipan-kewajipan namun tidak takut kepada
Allah Subhanallahu wa Taala.


[ Sayyidina Sufyan Al-Tsauri ]



Wednesday, March 30, 2011

Nikmat iman


بسم الله الرحمن الرحيم


"Hati yang bersih dari penyakit lalai dan nafsu
akan menikmati lazatnya pelbagai hakikat,
selayaknya tubuh yang menikmati lazatnya makanan.
Hanya orang yang rela Allah sebagai Tuhannya~lah
yang bisa merasakan nikmat iman.
Sebab, ketika ia redha, ia berserah kepada~Nya,
mematuhi ketetapan-Nya, serta menyerahkan kendali kepada~Nya,
tidak ikut mengatur dan memilih, serta selalu menerima
aturan dan pilihan terbaik-Nya. Ketika itulah,
ia merasakan nikmatnya hidup dan lazatnya keberserahan.
Ketika ia redha Allah sebagai Tuhannya,
ia pun mendapatkan redha Allah. Allah berfirman,
'Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada~Nya.' "


[ Al-Imam Ibnu 'Athaillah As-Sakandari r.a. ]



Thursday, March 24, 2011

Jangan angkuh


بسم الله الرحمن الرحيم


Orang-orang yang angkuh
ataupun yang lengah (ghaflah)
dipalingkan dari ayat-ayat
kekuasaan dan kebesaran Allah,
pemahaman rahasia~Nya,
serta penyaksian cahaya-cahaya~Nya
sebagaimana dalam firman~Nya:


“Akan Kupalingkan dari ayat-ayat-Ku
(tanda-tanda kekuasaanKu)
orang yang menyombongkan diri
tanpa alasan haqq (yang dibenarkan)
di muka bumi, dan sekalipun
mereka melihat semua ayat itu,
mereka tiada juga percaya.
Dan, sekalipun mereka melihat jalan kebenaran,
mereka tiada juga menempuhnya.
Tetapi, jika mereka melihat jalan kesesatan,
akan mereka tempuh dengan menganggapnya
sebagai jalan kebenaran.
Sebabnya adalah kerana mereka mendustakan
ayat-ayat Kami dan lalai terhadapnya.”

{ QS Al-A’raf [7]: 146 }


Saturday, March 19, 2011

Siapa diriku


بسم الله الرحمن الرحيم


Tidak ada sesuatupun yang lebih dekat kepadamu selain dirimu sendiri,
jika kau tidak memahami dirimu, bagaimana kau bisa memahami orang lain?
Kau mungkin berkata, “aku memahami diriku”, tetapi kau salah

Satu-satunya yang kau ketahui tentang dirimu hanyalah penampilan fisikmu.
Satu-satunya yang kau ketahui tentang ‘nafs’mu (jiwa) adalah ketika
kau lapar kau makan, ketika kau marah kau berbuat keributan.
Semua binatang memiliki kesamaan dengan dirimu dalam hal ini.

Kau harus mencari kebenaran di dalam dirimu. Siapa dirimu?
Dari mana datangnya dirimu dan ke mana kau akan pergi?
Apa perananmu di dunia ini? Mengapa kau diciptakan?
Di mana kebahagiaan sejatimu berada?

Jika kau ingin mengetahui tentang dirimu,
kau harus mengetahui bahwa kau diciptakan dari dua hal.
Pertama adalah tubuhmu dan penampilan luarmu (zahir) yang dapat
kau lihat dengan matamu. Bahagian lainnya adalah jiwamu.
Jiwamu adalah bagian yang tidak bisa kau lihat tetapi bisa
kau ketahui dengan pengetahuanmu yang dalam.
Kebenaran akan kehadiranmu ada di dalam jiwamu.
Hal lainnya hanyalah pengabdi bagi jiwamu.

[ Imam Al Ghazali ]


:: Dikutip dari buku Imam Al-Ghazali berjudul Kimiya’e Saadat
“The Alchemy of Happiness”


Tuesday, March 15, 2011

Kalbumu..


بسم الله الرحمن الرحيم


"Mukmin adalah orang yang menuntut dirinya untuk Allah
dan tidak menuntut Allah untuk dirinya.


Ingatlah Allah s.w.t. dengan lisanmu.
Sedarilah keberadaan~Nya dengan kalbumu.
Terimalah kebaikan yang Allah berikan kepadamu.
Sementara jika kamu mendapati kebalikannya maka tolaklah
seraya berharap kepada Allah ketika kamu menolak dan menerima.


Jika terlintas dalam jiwamu suatu dosa, aib,
atau melihat amal soleh dan ahwal yang menakjubkan,
segeralah bertaubat dan meminta keampunan.
Taubatlah dari segala dosa dan aib.
Dan abaikanlah segala amal soleh atau ahwal yang indah."


[Ibnu 'Athaillah As-Sakandari r.a.]