Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Friday, March 9, 2012

Hakikat Ilmu Pengetahuan



Seseorang zalim penuh ketidakadilan jika dia tahu seratus persoalan tak
mendasar dalam ilmu pengetahuan, namun ia tak mengenal jiwanya sendiri.

Ia tahu sifat setiap benda, namun seperti keledai ketika
menerangkan tentang dirinya sendiri.

“Aku tahu semua yang sunnah dan bid’ah menurut syariat.” Lalu bagaimana
mungkin kau tidak mengetahui bahwa kau termasuk yang sunnah atau cuma
seorang nenek cerewet yang gemar bicara?

Kau tahu “ini haram” dan “itu halal”, namun perhatikan baik-baik:
Dirimu itu sesuai apa yang dikehendaki-Nya atau tidak?

Kau tahu nilai setiap barang dagangan, namun kau tak tahu nilaimu
sendiri—itu kebodohan tak terperi.

Kau tahu semua angka perbintangan yang mujur dan sial, tapi kau tidak
mencari tahu apa dirimu sendiri termasuk mereka yang beruntung atau berwajah hitam muram [*].

Cuma itulah inti seluruh ilmu pengetahuan: untuk mengetahui akan
jadi apa kau di hari kebangkitan nanti.

{ Jalaluddin Rumi }
(Terjemahan oleh Herry Mardian)

: : : : : : : :

Keterangan
[*] “pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” (QS Ali Imran [3] : 105)


Sunday, March 4, 2012

Wasiat di akhir zaman



Jika hendak hidup beriman
Serta mulia di sisi Tuhan
Marilah kita hendak ingatkan
Wasiat Nabi di akhir zaman


Wajiblah kita menjaga diri
Cabaran hidup banyak sekali
Janganlah kita lupakan diri
Hidup ini menuju mati


Bila melihat mungkar yang nyata
Maka janganlah hanya mengata
Tapi bangkitlah menabur jasa
Membimbing umat jadi pelita


Umat Islam perlu didakwah
Nasihat baik serta berhikmah
Dengan semangat serta ukhuwah
Hubungan kita tambah meriah


[ Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi Al-Maliki ]


Thursday, February 23, 2012

Nilai empat perkara..




Empat hal yang tidak bisa diketahui kadar nilainya
kecuali setelah empat hal lainnya :


Masa muda tidak bisa diketahui kadar nilainya
kecuali oleh orang-orang yang telah beranjak tua.


Keselamatan tidak bisa diketahui kadarnya
kecuali oleh orang-orang yang mendapatkan bala.


Kesihatan tidak bisa diketahui nilainya
kecuali oleh orang-orang yang telah jatuh sakit.


Kehidupan tidak bisa diketahui kadarnya
kecuali oleh orang-orang yang telah mati.


[ Sayyidina Hatim Al-Asham ]


Wednesday, February 15, 2012

meRinduimu..




Bertahun sudah berlalu,
Memori indah jua tetap di jiwa meRINDU,
Ternyata diri ini masih di ulit kasihmu,
Di sebuah pemergian yang bernada pilu...


Pada ayahanda yang diingati sentiasa,
Pergimu bersama kasih-kasih suci selamanya,
Senandung doa hadiah buat ayahanda tercinta,
Juga menyirami secangkir cahaya di pusara mulia...


Selautan kasih dari anak-anak yang meRINDUimu,
Jua dari cinta sejati bonda yang tak pernah layu,
Duduk berteleku pada satu keheningan syahdu,
Memohon ketenangan pada Yang Satu!


Al-Fatihah buat ayahanda yang di sayangi,
Semoga rohmu tenang di sisi~Nya...


Thursday, February 9, 2012

Tetap setia




Kubebaskan rinduku mengeruh
Menari di atas kepahitan
Menyayat hati yang telah lama diam
Dan kubiarkan ia seperti langit


Tak mampu dilakukan airmata
Maka langkahku yang menjawabnya
Pada sebuah janji seorang insan
Yang kuanggap seperti langit


Kubiarkan diriku mengukuhkan jiwa
Pada setiap pandangan yang tajam
Yang memandangnya tetap biru
Seperti langit yang tetap di sana


Kerana tentang kita
Tak mereka ketahui
Hanya aku dan kamu
Kerana hati kita
akan tetap seperti langit
Yang setia pada penjagaannya


Bianglala Basmah