Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya para ulama itu merupakan pewaris para Nabi, dan Nabi itu tidak meninggalkan dinar atau dirham sebaliknya para Nabi itu meninggalkan kepada kita akan ilmu. (Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi)

Imam Asyma'i berkata :

Seawal-awal ilmu adalah diam, keduanya mendengar dengan teliti, ketiga menghafal, keempat beramal dengannya dan kelima menyampaikan ilmu tersebut.

Imam Al-Ghazali berpesan :

Sesiapa yang memiliki ilmu lalu memanfaatkannya dan memberi manfaat kepada orang lain samalah seperti mentari yang menerangi dirinya dan orang lain sedangkan ia terus bersinar.

Sayyidina Ali r.a. berkata :

Janganlah dikau tangguhkan untuk melakukan sesuatu kebaikan hingga keesokan harinya, kerana mungkin keesokan hari yang mendatang kamu telah mati.

Sayyidina Abbas menasihati :

Sebaik-baik perkara kebajikan adalah yang disegerakan untuk melaksanakannya.

Sunday, November 28, 2010

Tuhanku...



Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang reduo di samudra langit Mu yang tanpa batas


Tuhanku
Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi …
hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU


Tuhanku...baktiku tiada erti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini..
Hati yang telah dikotori oleh noda ini...memiliki keinginan setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???


Tuhan...
Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU
Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku..
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya


Mungkin tanpa kami sedari, kamu pernah melanggar aturanMU
Melanggar aturtan qiyadah kami, bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami...Ampunilah kami


Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU
Tuhanku…Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh zikir pada MU
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau….dalam maksiat kepadaMU “Ya Tuhanku Tutuplah untuk kamu dengan sebaik-baiknya penutupan !!”


Thursday, October 7, 2010

Mohon cinta...


Tuhan jika Kauizinkan

Ingin sahaja kulayar zikir seribu malam

Dan bertahajjud memohon cinta

Setiap detik malam syahdu



Tuhan jika Kauizinkan

Ingin kusemai benih-benih haruman di taman

Dan kucorakkan kuntuman mawar mekar

Manfaat buat kumbang bertandang



Namun Tuhan aku sebenarnya hamba yang mencari

Dan dalam jahil aku cuba melihat erti cinta

Dari bawah batu bukit di lembahMu



Tuhan munajat ini

Kulafaz sedih bertapak di bibir mulut

Mengharap dapat memungut cinta di jalanMu

Moga zikirku adalah rindu

Dan kumbang di taman mendapat madu



Thursday, September 30, 2010

Unggu...



Telah kubawakan unggu yang kucuri dari senja
untuk mengganti warna bajumu yang telah lusuh kerana dosa
telah kubawakan unggu yang kucuri dari purnama
untuk mengganti warna kerudungmu yang pucat kerana dunia


Usah kau fikirkan senja tanpa unggu
Ia akan mengalah saat lengkung malam mulai rebah


Tak usah kau fikirkan purnama tanpa unggu
Bukankah, tak ada yang merindukan purnama itu
Bukankah lebih baik jika unggu itu kucuri saja
Lalu kujadikan hijab untukmu..


Biarlah purnama kehilangan unggu
Tidakkah cahayanya telah redup oleh gemerlap lampu kota


Jika unggu yang kuhantar
Tak cukup untuk membuatmu berbinar..
Tak akan kucuri lagi unggu dari sang fajar..



Saturday, August 28, 2010

Belum pasti



Semakin sering kita bertemu
Semakin terpaut hatiku padamu
Jika kau juga rasa apa yang kurasa
Alangkah bahagia rasa tak terkata


Inginku luahkan segalanya
Sayangnya lidahku kelu
Apa lagi yang harus ku perbuat
Agar kau mengerti maksud yang tersirat


Kadangkala aku rasa bahagia
Namun aku juga curiga
Bukan apa yang kupinta
Cuma pengertian penuh bermakna


Kaulah permata yang berkuasa
Rimbunan kasih yang menyinari
Namun apakah aku hanya
Menanti sesuatu yang belum pasti


Walau jauh beribu batu
Namun kau tetap Satu
Walaupun aku mengerti
Ianya belum pasti


Wednesday, August 25, 2010

Izinkan..


Tuhan jika Kauizinkan
Ingin sahaja kulayar zikir seribu malam
Dan bertahajjud memohon cinta
Setiap detik malam syahdu


Tuhan jika Kauizinkan
Ingin kusemai benih-benih haruman di taman
Dan kucorakkan kuntuman mawar mekar
Manfaat buat kumbang bertandang


Namun Tuhan aku sebenarnya hamba yang mencari
Dan dalam jahil aku cuba melihat erti cinta
Dari bawah batu bukit di lembahMu


Tuhan munajat ini
Kulafaz sedih bertapak di bibir mulut
Mengharap dapat memungut cinta di jalanMu
Moga zikirku adalah rindu
Dan kumbang di taman mendapat madu